Kami
bener-bener nggak sabar hari ini! So excited! Kami akan mengunjungi berbagai
situs-situs sejarah Philadelphia. Yup, Philly memang dikenal dengan sejarahnya
yang mana merupakan kota pertama tempat lahirnya Declaration of Independence. Kami
diberi kesempatan untuk mengunjungi Libery Bell, Independence Hall, makan siang
di City Tavern, dan yang terakhir National Constitution Center.
![]() |
| Liberty Bell |
Tempat yang kami kunjungi pertama kali adalah Liberty
Bell, sebuah lonceng yang menandakan kebebasan tidak hanya untuk warga Amerika
tetapi juga untuk seluruh dunia. Sebelum saya ceritakan semuanya, saya harus
berkata bahwa kami semua kagum dengan kinerja pemerintah yang telah
melestarikan situs sejarah dengan sangat baik. Tidak hanya dipelihara, tetapi
pemerintah juga menyertakan berbagai informasi menarik di tepat tersebut.
Liberty Bell menceritakan cerita tentang kebebasan. Isu
terbesar yang dihadapi adalah masalah perbudakan, namun liberty bell juga
digunakan untuk menandakan kebebasan wanita dari diskriminasi gender, kemudian
isu agama, dan lain sebagainya. Liberty Bell, lonceng yang mendentingkan suara
keadilan, kebebasan, dan persamaan. Sebuah lonceng yang menyadarkan kita untuk
pada akhirnya melakukan sesuatu yang benar. Di abad ke 17, mungkin kita tidak
akan pernah menyadari bahwa perbudakan itu salah. Kita hanya akan berpikir,
memang sudah seperti itu adanya, kita tidak pernah berpikir itu salah dan kita
bisa terbebas darinya. Butuh waktu, tenaga , dan perjuangan untuk menyadari
betapa kejamnya perbudakan itu. Kami mendengarkan cerita dari Liberty Bell, dan
somehow terkagum. Kita memiliki kebebasan, kita telah diberi kebebasan, tetapi
kita butuh usaha untuk mendapatkannya.
![]() |
| Free tour guide! |
Selanjutnya kita menuju ke Independence Hall, itu
adalah tempat dimana para pendiri bangsa Amerika Serikat berkumpul,
bermusyawarah untuk perancangan Declaration of Independence (semacam UUD 1945
di Indonesia). Sekali lagi kami kagum dengan pelestarian situs bersejarah ini,
bahkan ada tour guide dari pemerintah yang ada di sana untuk memberikan
penjelasan tentang ruangan-ruangan yang ada sekaligus menceritakan tentang
sejarah. Luar biasa bukan?
Kami masih memiliki bagian terbaiknya, yap makan
siang di City Tavern. City Tavern bukan tempat makan biasa itu adalah restoran
yang katanya sudah ada sejak tahun 1700an dimana para perumus Declaration of
Independece kunjungi setelah bermusyawarah tanpa henti di Independence Hall.
Bahkan konon katanya masakan yang disajikan disana merupakan favorit para
founding fathers ini dan kami menikmati rasa dan resep makanan yang sama! Wow!
![]() |
| National Constitution Center from the outside |
Belum berhenti di sana, kami mengunjungi National
Constitution Center, sebuah tempat modern untuk mempelajari konstitusi Amerika
Serikat. Kami mendapat pengalaman pertama kami menyaksikan film yang dikemas
bersamaan dengan narasi (seperti cerita). Tempat itu seperti sebuah stadion,
dengan panggung ditengah dan seorang pendongeng (narrator) menceritakan sekilas
tentang perjalanan sejarah Amerika Serikat menuju kemerdekaannya dengan dinding
yang menjadi layar bioskop untuk menampilkan sekilas potongan-potongan film.
Dari sini saya mendapatkan bagaimana kita juga harus berusaha mem-“paket”kan
sebuah sejarah sejalan dengan modernitas masa kini agar orang-orang tertarik
untuk belajar sejarah dan memahami makna sejarah.
![]() |
| Gentlemen, the one in the front is Benjamin Franklin |
Setelah menyaksikan film luar biasa tersebut, kami
masuk ke museum modern mereka, dimana seluruh sejarah tentang konstitusi
Amerika Serikat ada di dalam TV , computer, layar touch screen dan berbagai
peralatan canggih teknologi kini. Luar biasa, ada sebuah mesin yang mampu
menceritakan sejarah kepada kita melalui audio, ada pula semacam game
interaktif. Sayangnya, kami tidak
memiliki banyak waktu untuk menikmati seluruh isi museum, tapi kami masih punya
waktu untuk berfoto dengan Benjamin Franklin, George Washington, dan pendiri
bangsa yang lain.
Yah, mereka ada di sana setiap saat membatu. Mereka
diukir dengan tembaga, dan pihak National Constitution Center berusaha
menggambarkan mereka semirip mungkin melalui mimik wajah yang disesuaikan
dengan kepribadian mereka, sungguh luar biasa! Tapi perjalanan ini pun harus
berakhir.
Kami kembali ke Temple University dan jika kami sudah
mempelajari lebih dalam tentang Negara Amerika Serikat, kami sekarang akan
lebih memahami Negara kami sendiri, Indonesia, lebih spesifik lagi kami akan
mendalami provinsi kami masing-masing. Kami dibagi ke dalam beberapa grup
sesuai dengan provinsi kami dan kami diminta untuk bisa menganalisis dan
mempresentasikan masalah yang ada di provinsi kami, terutama terkait dengan isu
keagamaan. Yap, kami juga melakukan tugas di sana, teman.
![]() |
| Go Temple Go Temple! |
Tapi ada tawaran menggiurkan, kami diperbolehkan
untuk melihat secara langsung pertandingan basket mahasiswa Amerika Serikat di
sana. Beberapa dari kami menonton, yang lain memilih untuk istirahat. Teman-teman
kami yang menonton mengatakan pertandingannya sangat seru dan mahasiswa cowok
Temple menang! Yey, kita jelas memihak Temple sebab kami tinggal dan menjadi
mahasiswa Temple selama 4 minggu. Bisa dibayangkan bagaimana pengalaman ini
sungguh luar biasa, stadion, hiruk pikuk penonton serta suasana pertandingan
basket Amerika Serikat yang biasanya ditonton di film-film dapat mereka alami
sendiri.
Di sini, di Philadelphia,
mimpi-mimpi kami menjadi kenyataan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar